DORAYAKI KELEZATAN KEBAHAGIAAN LUAR BIASA

Dorayaki adalah kue tradisional khas Jepang yang punya sejarah unik dan cukup panjang.

Asal-usul Dorayaki : Dorayaki berasal dari Jepang dan sudah dikenal sejak awal abad ke-20. Kata “dora” berarti gong (alat musik tradisional Jepang), karena bentuk kue ini bulat seperti gong, sedangkan “yaki” berarti dipanggang.

Legenda Tradisional Menurut cerita populer, dorayaki pertama kali muncul dari kisah seorang samurai bernama Benkei. Konon, ia meninggalkan gong (dora) miliknya di rumah seorang petani. Petani tersebut kemudian menggunakan gong itu untuk memasak adonan, sehingga terciptalah kue berbentuk bulat yang akhirnya disebut dorayaki.

Perkembangan Modern : Awalnya, dorayaki hanya terdiri dari satu lapisan kue. Namun pada tahun 1914, sebuah toko manisan di Tokyo bernama Usagiya mengembangkan versi modern: dua lapisan pancake yang diisi pasta kacang merah (anko). Inilah bentuk dorayaki yang populer hingga sekarang.

DORAYAKI

Bahan:

  • 2 butir telur
  • 80 gram gula pasir
  • 1 sendok makan madu
  • 130 gram tepung terigu
  • 1/2 sendok teh soda kue
  • 50 ml air

Cara Membuat:

  • Campur tepung terigu dan soda kue, aduk rata, lalu ayak jika perlu, sisihkan.
  • Campur telur, gula, dan madu, lalu kocok dengan whisk hingga sedikit mengembang dan gula mulai larut.
  • Masukkan campuran tepung dan soda kue, aduk rata.
  • Tambahkan air, aduk kembali hingga tercampur rata.
  • Diamkan adonan selama kurang lebih 10 menit.
  • Setelah 10 menit, akan muncul gelembung di permukaan adonan, lalu aduk kembali.
  • Panaskan teflon, olesi dengan minyak tipis, lalu lap dengan tisu (bisa menggunakan cetakan martabak mini).
  • Tuang adonan menggunakan sendok sayur, biarkan menyebar, lalu tutup teflon. Masak sekitar 2 menit hingga muncul gelembung di permukaan dan bagian tepi mulai kering. Balik, lalu masak sebentar hingga bagian bawah kecokelatan, angkat.
  • Lakukan hingga adonan habis.
  • Olesi dengan selai sesuai selera, lalu tutup dengan dorayaki lainnya.