Search

LAPAR DAN TANGIS SI MALAIKAT KECIL



andin hidup bersama pamannya, kedua orangtuanya telah tiada sejak andin masih kecil. Kini umur sudah 22 tahun dan andin sudah bisa memulai usaha kecil es hingga menjadi usaha yang maju, kini semua usaha yang besar sampai toko makanan dan minuman ia miliki, Andin kemudian seorang yang kaya. 


Hari minggu pagi Andin mulai berjualan hingga sore seperti biasa.

Tiba-tiba terdengar suara dari depan toko andin. ia bergegas keluar dan melihat apa yang sedang terjadi diluar. Ternyata seorang anak kecil yang mencuri di tokonya.

"Kenapa kau mencuri ? Apa orang tua mu ini mengajarkan ini padamu?!" Ucap Andin dengan penuh emosi.

hingga wargapun mendengar tanpa melihat terjadilah kerumunan, spontan mendorong anak kecil sampai anak ini jatuh dan di seret - seret.

andin ia terus memarahi anak tersebut di depan hingga tepi kerumunan orang banyak, namun anak itu terdiam dan tetap menundukkan kepalanya seperti menyesal atas perbuatannya. 

hingga tibalah seorang kakek lalu menanyakan apa yang terjadi!

sentak nada keras keluar dari perkataan nya "Akan kuberi anak kecil ini pelajaran!" Tambahnya.

"Tidak usah ikut campur ya kakek!" Ucap Andin tersebut dengan nada tinggi.

"Jangan bertindak kasar terhadap anak kecil, kita tanya saja apa alasan dia melakukan hal seperti ini." Jawab si kakek sambil menggenggam tangan anak dengan tegas.

"Kenapa kau melakukan hal seperti ini nak?" Tanya kakek.

"aku lapar. aku tidak punya uang untuk membeli jadi terpaksa aku mencurinya" tidak ada siapa-siapa lagi yang kupunya Jawab anak sambil tunduk dan mengusap air matanya.

dengan ringan kakek mengeluarkan uang untuk menggantikan yang ia curi.

"andaikan semua orang tak perduli dengan nasib laparnya seseorang".
"kelak berdosa lah satu kampung ini".

jika terjadi kerumunan hingga memukul, bijaklah dalam hal melakukan sesuatu meskipun itu hal kecil, bukan sebagai penghakim atas kesalahan setiap orang tanpa tau kesalan dan alasan yang jelas.

kemudian anak kecil itu pergi sambil meneteskan air mata yang tak henti. 

beberapa bulan kemudian terjadilah sesuatu yang aneh, Andin usahanya menurun drastis dan mereka yang menghakimi tanpa tau asal - usul yang melihat sakit, yang tak henti. 




#"Note: Hanya cerpen, tanpa mengurangi rasa hormat terhadap siapapun".