Search

CINTA BAGAIKAN BUNGA YANG DI TANAM DENGAN HATI YANG TULUS

 


Sekolah Sma Terkenal Di Ibukota Banyak Siswa Yang Mengejar Pendidikan Di Sma Favorit. 

Hari Yang Cerah, Ketika Reno Sedang Berjalan Hendak Pulang Melewati Taman Dia Melihat Seorang Cewek Yang Menurutnya Sangat Menawan. 

Tanpa Terasa Reno Pun Jatuh Hati Pada Yui Dalam Pandangan Pertamanya, Melihat Yui Yang Duduk Di Samping Bunga, Hembusan Angin Mengurai Rambut Yang Indah Wajah Nya Pun Terlihat Begitu Menawan Hingga Terbayang Sampai Saat Reno Tiba Di rumah.

Ke Esokan Hari Reno Kembali Pulang Melewati Taman Dengan Harapan Ia Dapat Melihat Perempuan Yang Mewan Itu, Tanpa Sengaja Perempuan Itu Kembali, Ia Temui Di Taman Dan Duduk Seperti Biasa Di Samping Bunga.

Entah Sekilas Reno Sempat Menghentikan Langkah Kaki Menuju Pulang, Terasa Berdetak Jantung Ketika Melihat Wajah Perempuan Itu.

Pada Saat Yang Sama Perempuan Itu Menolehkan Wajah Ke Arah Reno Sambil Tersenyum, Kemudian Reno Terdiam Sampai Terasa Gugup, Pada Akhirnya Reno Berjalan Pulang Dengan Tergesa - Gesa Sampai Tibalah Di Rumah.

"Ucap Dalam Hati Reno", Saat Sampai Kamar Ia Berfikir Semakin Hari, Semakin Terbayang Wajahnya, "Apa Aku Jatuh Cinta Menyukai Dia Karena Wajahnya Yang Begitu Menawan". Entahlah... "Hari Ini Berasa Indah Bagiku".

Hari Berganti Dari Malam Hingga Menjadi Pagi, Kemudian Ia Bergegas Untuk Berangkat Ke Sekolah, Ia Bercerita Kepada Sahabatnya, Tentang Perempuan Yang Ia Lihat Di Taman. Sahabatnya Mengetahui Perempuan Yang Di Maksud Reno Adalah Yui.

Sahabat Reno Pun Memberi Tahu Kalau Dirimu Menyukainya Kejar Lah, Jangan Seperti Bunga Yang Dipandang Saja, "Lihat Dekati Kenali Siapa Dia, Aku Yakin Dirimu Memang Cocok Dengan Yui".

"Sambil Tersenyum", Reno Kemudian Menjawab Baik, Kalau Begitu Jam Pulang Ini Aku Akan Menemuinya.

Tibalah Bel Berbunyi Jam Pulang Sekolah, Kemudian Reno Pulang Melewati Taman Berharap Ingin Menemui Yui, Harapan Pun Terkabulkan "Reno Melihat Yui Tetap Duduk Di Samping Bunga Seperti Biasa".

Reno Pun Mencoba Mendekati Perempuan Itu, Ia Berjalan Menemui Yui..

Reno      : Haii.. Maaf Boleh Kah Aku Duduk Di Samping Mu ?.

    "Dengan Sedikit Gugup",

Yui        : Haii.. Juga, Iya Silahkan. "Dengan Perasaan Sedikit Heran"

Reno      : Maaf Bolehkah Tahu Nama Mu ? "Bicara Sambil Terbata-Bata".

Yui        : Iya Boleh Aku Yui.

Reno      : Aku Reno "Salam Kenal".

Reno      : Btw, Sedang Apa Kamu Duduk Sendirian Disamping Bunga ?

Yui        : Sedang Menunggu Seseorang,

       Dan Duduk Disini Karena Aku Menyukai Bunga.!

Reno      : Bunga Itu Cantik Seperti Dirimu.!

          "Dengan Gombalnya".

Yui        : "Tersenyum Tersipu Malu".


Setelah Beberapa Jam Yui Hendak Pulang

Yui Berkata Kepada Reno..


Yui    : Apa Yang Kau Lakukan Ketika Kau Melihat Bunga Yang Cantik ? "Sambil Berjalan Pergi".

Reno : "Hanya Bisa Diam, Sambil Berfikir".


Selesai Mengobrol Berdua Di Taman.

Reno Berjalan Untuk Pulang, Mungkin Hari Esok Jadi Sangat Menyenangkan Dia Dapat Bertemu Dengan Pujaan Hatinya. 

Tibalah Esok Hari Selesai Sekolah. Ia Pergi Ke Taman Untuk Menemui Yui, Dengan Heran Reno Pun Sedikit Sedih Yui Tidak Pergi ke Taman. " Hanya Bunga Yang Reno Lihat " 

" Andaikan Bunga Yang Indah Bisa Ku Miliki , Mungkin Aku Bahagia ".

Ucap Reno Dalam Hatinnya Kemudian Ia Pulang.

Hari Berganti, Tepat Pada Hari Libur Pagi Reno Ingin Pergi Ke Taman.

Tanpa Sengaja Ia Melihat Yui Duduk Dengan Seorang Pria "Mereka Berdua Duduk Dengan Akrab mengobrol Terlihat Bahagia".

Dengan Perasaan Sedih Kemudian Reno Pergi Pulang Kerumah.

"Bunga Itu Indah Jika Aku Memetiknya Untuk Ku Miliki, Mungkin Iya Akan Layu". 

Larut Malam. Tak Terasa Hati Reno Gelisah, Memikirkan Pujaan Hatinya. Kenapa Wajah Yui Terbayang, Dan Kenapa Senyuman Begitu Menawan. Entah....

"Memanglah Cinta Datang Tanpa Mengetuk Hati,

Kemudian Pergi Tanpa Basa - Basi".

Pagi Yang Cerah. Reno Berangkat Sekolah. Tak Semangat Dalam Langkah kakinya Karena Hati Yang Gelisah, Kemarin Sempat Melihat Pujaan Hati Dekat Dengan Pria Lain. Saat Dalam Sekolah Ia Bertemu Sahabat Nya. 


Sahabatnya  : "Reno Tumben Kamu Tak Semangat Ada Apa ?.

Reno         : Tidak, Ini Hanya Perasaanmu Saja.

Sahabatnya  : Pasti Tentang Yui.. ? Dirimu Jadi Tak Semangat.

Reno         : ..... "Hanya Bisa Diam".

Sahabatnya : Kejarlah Dia Biarpun Salah Atau Tidak Mendekatinya, Jika Hati Mu Menyukainya Temui Dia, Kalaupun Ia Menyukai Mu Atau Tidak "Setidaknya Dirimu Berjuang", 

Pesanku:

“Cinta Itu Seperti Bunga Mawar, Ketika Kau Tanam Dengan Tulus Ia Akan Tumbuh, Kemudian Sirami Dengan Perhatian, Hingga Mekar Dan Harum kesetian”. 

“Jika Dirimu Raih Bunga Mawar Dari Batang Berduri, Tak Heran Dirimu Akan Terluka, Jika Layu Tak Heran Dirimu Tak Menjaga Nya”.

 

Reno : .... "Hanya Bisa Diam Kemudian Tersenyum Dan Kembali Bersemangat".

Tibalah Bel Pulang Sekolah, Reno Sedikit Cemas Ia Ingin Pergi Melewati Taman, Tanpa Sengaja Ia Melihat Yui Duduk Sendirian Di Samping Bunga.


Sedikit Ragu. Ia Mendekati Yui, Tak Henti Langkah Kaki, Reno Menghampiri Yui.

Reno  : Haii.. Yui..

Yui    : Hai Juga Reno.

Reno  :  ... "Ia Diam Gugup Dan Sulit Mencairkan Suasana".

Yui    : ... "Hanya Tersenyum",

      "Yui Yang Paham Dengan Wajah Reno Yang Gugup".

Yui    : Ou.. Iya.. Reno, Bunga Ini Indah Yah.?

Reno  : Iya Bener Indah, "Suasana Pun Cair, Ia Duduk Di Samping Yui".

Reno  : Btw, Apakah Kamu Setiap Hari..

  Selalu Menyempatkan Waktu Untuk Pergi Ke Taman.?

Yui    : "Tersenyum", Ia Benar. Karena Aku Pergi Ketaman Ini,

            Untuk Melihat Bunga.

Reno  : Hemzzz.. Dirimu Hanya Ingin Melihat Bunga.!

Yui    : Ia.. Karena Seseorang Yang Sempat Memberikan Bunga…

  Sekarang Sudah Tiada.

Reno  : Siapa Seseorang Itu ?

Yui    : Kakak Perempuan Ku, Ketika Pemberian Wisuda Sma.

  Jelang Satu Bulan Ia Sakit, Kemudian Pergi Tiada.

Reno  : "Terdiam", Maaf Yui.. Tadi Pertanyaan Ku Membuat Mu Sedih.

Yui    : Tak Apa.

Reno  : Yui, Bolehkah Aku Bertanya, Jujur lah..?

Yui    : Hemzzz.. Boleh.

Reno  : Apa Kamu Sudah Punya Cowok ?

Yui    : "Tersenyum, Mengalihkan Pembicaraan"... 

  Reno Dirimu Gak Pulang Kerumah.?

Reno  : Nanti.. Setelah Ini, Aku Pulang, Pertanyaan Ku Jawab Lah Yui.. ? 

  "Dengan Suasana Sedikit Gelisah".

Yui    : "Tersenyum, Tetap Mengalihkan Pembicaraan"...

  Bagaimana Dengan Dirimu ?

Reno  : Belum.. "Dengan Perasaan Gugup".

Yui    : "Ia Hanya Tersenyum".

Reno  : Yui, Kemarin Aku Sebenarnya Melihatmu Duduk Dengan Pria Di Taman?

Yui    : Itu Sahabat Aku, Ia Baik Dan Juga Perhatian.

Reno  : Hemzz.. Sahabat Kamu, Btw.. Mau Kah Kamu Jadi Kekasihku ?

Yui    : "Diam Sambil Gugup", Maaf Aku Gak Bisa,

  Tapi Keadaan Yang Akan Membuat Mu Kecewa.

Yui    : Seandainya Aku Jadi Kekasih Mu,

  Mungkin Dirimu Akan Kecewa Terhadap Ku.

Reno  : Tidak, Aku Akan Mencoba Menerima Semua Keadaan Mu Dengan Baik.

Yui    : "Meneteskan Air Mata", Kemudian Pergi Meninggalkan Reno.

Reno  : "Diam Tak Terasa Hati Yang Luka". Entah..

   Kenapa Dirimu Pergi Tanpa Alasan Yang Jelas.


Hari Berganti, “Siang Menjadi Malam, Waktu Berubah, Detik Menjelma Menjadi Menit, Masa Depan Adalah Hari Ini”. Taman Yang Sering Di Kunjungi Keduanya Kini, Tak Lagi Singgah Di Sana, Keduanya Mempunyai Kesibukan Yang Berbeda Di Kota Yang Berbeda.

Tak Terasa Berapa Bulan, Hingga Tahun Berganti, Reno Kemudian Lulus Dari SMA

Ia Tak Lepas Dari Kenangan Pahit Di Taman, Tentang Pujaan Hatinya.

Media Sosial Mempertemukan Dia, Singkatnya, Pertemuan Dari Profil Dan Wajah Pun Saling Mengenali.

Reno Pun Mulai Mencoba Komunikasi..

 Pesan Pertama :

Hai.. Apakah Benar Ini Dirimu Yui..????

(Pesan Itu Tetap Terabaikan)


Ganti Hari, Reno Mencoba Komunikasi Kembali.

Pesan Kedua : 

Hai.. Apakah Benar Dirimu Ini Yui Yang Ku Temui Di Taman..??

(Pesan Itu Masih Terbaikan)


Pesan Ketiga :

Hai.. Yui Ini Aku Reno, Apakah Benar Ini Dirimu Yui...?

(Pesan Itu Terbaca, Namun Terabaikan)


Akhir Tahun Pun, Menjadi Liburan Bagi Semua Kegiatan.

Reno, “Dalam Hati Yang Jenuh”, Perasaan menuntun Ingin Sekali Pergi Ketaman.

Tibalah di  taman kemudian… ia berbaring memandang kea rah langit, “ langit begitu cerah, awan menari bebas, hembusan angin menyapa hati, tersirat di benak hanya nama yui”. “nikmati sausana mebuat ia pejamkan mata”.

Tiba-tiba.. Hai reno…!!

Haii.. Reno…!!

Haii.. reno..!!

Reno.. ia pun membuka mata, “ia diam melihat yui berada di sampingnya, hingga tak sengaja meneteskan air mata”, “sedih bercampur haru, pujaan hatinya ada disisinya”.

Yui.. “ia pun tersenyum”, sambil berkata telah lama waktu yang ku lewati, hati kecil ku pun, selalu ingat dirimu.

Yui.. “ia bercerita”.. jika aku saat itu mengacuhkan mu, bukan karena aku tak menyukaimu, hanya saja pasti dirimu akan kecewa. saat pertama kali kita berkenalan satu sisi aku merasakan hal yang nyaman. Entah.. lah.. Maaf yah pesan mu sempat aku abaikan.

Reno.. “ia tersenyum bahagia”, aku tak memahami dirimu hanya saja aku emyukai mu, mungkin.. aku egois.. jatuh cinta pada saat pertama kali melihat dirimu.. tapi ini memang nyata.

Yui.. “ia tersenyum manis”,”bersandar di bahu reno”, aku mengerti, aku memahami dirimu, kamu itu pria “tulus”.., waktu yang lama, tetap masih mengingat dan menantikan ku.

 

“ Keduanya pun bahagia “

“Bagaikan bunga yang ditanam dengan hati yang tulus”,

 “yang disirami dengan parhatian, kemudian mekar dan harum kesetiaan”