- Tripod socket: lubang tempat memasang tripod.
- Battery-chamber cover: tutup baterai.
- Battery-chamber cover latch: tombol untuk membuka dan menutup tempat baterai.
- Power connector cover: tempat memasang kabel AC Adapter Kit agar dapat terhubung langsung dengan listrik.
Mengenal Modus Pemotretan Pada bedah fitur kamera tadi, terdapat salah satu fitur yang bernama modus pemotretan. Apa itu modus pemotretan? Modus pemotretan merupakan sebuah fitur instan yang digunakan oleh fotografer untuk memperoleh pengaturan kamera sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya. Terdapat tiga modus pemotretan yang umumnya dimiliki oleh setiap kamera DSLR, yaitu modus otomatis, semi-otomatis, dan modus manual.
1.
Modus
Otomatis
Auto : Pada modus ini, semua pengaturan seperti diafragma, shutter speed, ISO, white balance, flash, dan lain sebagainya, sudah diatur otomatis.. Fotografer hanya tinggal fokus pada objek bidikan saja. Kelebihan yang terdapat pada modus ini yaitu, praktis dan mudah digunakan. Fotografer dapat mengambil foto secara ‘aman’ tanpa harus dipusingkan oleh pengaturan kamera. Modus ini juga cocok untuk digunakan dalam situasi-situasi yang membutuhkan pengambilan gambar secara cepat. Namun demikian, pengaturan pada modus auto bersifat tetap alias tidak dapat diubah-ubah lagi. Jika kita tidak cocok terhadap pengaturan tertentu, kemudian ingin sedikit mengubahnya, maka kita tidak dapat serta merta melakukannya. Hal ini tentu membuat kita merasa kurang nyaman.
Flass off : ada modus ini kamera akan mematikan internal flash. Namun pengaturan lain seperti diafragma, shutter speed, ISO, white balance, dan fokus, tetap diatur secara otomatis. Meskipun flash mati, namun lampu pembantu fokus tetap berfungsi. Modus ini hampir serupa dengan modus auto, hanya saja lampu flash dimatikan. Flash off berfungsi untuk menghasilkan foto dengan efek alami tanpa bantuan cahaya buatan.
Portrait : odus portrait digunakan untuk memotret foto wajah
(potret). Pada modus ini, kamera akan diatur sedemikian rupa sehingga gambar
yang dihasilkan memiliki background
yang kabur (blur). Background yang kabur akan membuat wajah
seseorang tampak lebih tajam.
Macro : Modus macro digunakan untuk memotret benda-benda yang berukuran sangat kecil dengan jarak yang sangat dekat. Seperti serangga, perhiasan, daun, detail benda, dan lain-lain. Pada modus ini, kamera akan mengatur diafragma pada bukaan sekecil mungkin. Namun demikian, kualitas makro yang dihasilkan masih tergantung pada kualitas lensa. Untuk memperoleh efek makro yang lebih terasa, kita dapat menggunakan lensa makro.
Land SCape : Modus ini digunakan bila kita ingin memotret objek berupa pemandangan atau lanskap. Pengaturan kamera pada modus ini akan secara otomatis membuka diafragma pada bukaan kecil. Keseluruhan gambar, baik yang terdekat maupun terjauh, akan tanpak tajam dan fokus.
Sport : Modus sport digunakan untuk memotret objek dengan pergerakan yang cepat, seperti objek pada aktivitas olah raga. Orang yang sedang berlari, balapan, sepak bola, merupakan contoh objek yang biasanya dipotret menggunakan modus ini. Jika modus ini dipilih, maka kamera akan secara otomatis mengatur shutter speed pada kecepatan tinggi sehingga akan menghasilkan gambar dengan efek freezing atau seolah membeku.
Night Mode : Modus night mode digunakan untuk melakukan pemotretan pada malam hari. Kamera secara otomatis akan mengatur bukaan diafragma, shutter speed, dan setelan ISO. Fungsinya agar dapat memotret pada situasi yang gelap atau kurang cahaya. Modus ini tidak menggunakan lampu flash, karena kamera akan berusaha untuk memaksimalkan sumber-sumber cahaya yang ada di sekelilingnya. Untuk hasil foto yang tidak goyang, cobalah untuk menggunakan tripod. Memotret pada kondisi yang kurang cahaya sangat berisiko akan goncangan sehingga dapat menyebabkan gambar menjadi kabur.
