Modus Semi-Otomatis Pengaturan semi-otomatis yang umumnya terdapat pada kamera DSLR adalah sebagai berikut:
Modus Program (P)
Modus program mirip dengan modus auto, namun perbedaan yang dimilikinya yaitu, modus ini masih memungkinkan fotografer untuk dapat melakukan beberapa pengaturan terhadap white balance, ISO, flash, dan sebagainya. Coba lihat buku manual untuk lebih detail. Konfigurasi pada setiap merek dan tipe mungkin berbeda.
Shutter Priority (S)
Modus shutter priority memberi keleluasaan bagi fotografer untuk mengatur setting-an shutter speed secara manual. Sementara pengaturan lain seperti diafragma, ISO, white balance, dan lain sebagainya sudah diatur secara otomatis.. Oleh karena itu, modus ini sangat sesuai untuk memotret objek yang bergerak cepat.
Bila kita ingin membekukan objek dalam foto, maka gunakan shutter speed tinggi. Namun bila kita ingin memberi efek ‘seolah bergerak’ pada foto, maka gunakan shutter speed redah. Shutter speed rendah juga dapat digunakan dalam kondisi kurang cahaya. Namun memotret menggunakan shutter speed rendah berisiko tinggi terhadap goncangan. Anda bia menggunakan tripod agar hasil gambar lebih stabil dan tidak kabur.
Aperture Priority (A)
Modus aperture priority memberikan keleluasaan pada fotografer untuk mengatur settingdiafragma secara manual. Namun pengaturan lain seperti shutter speed, white balance, ISO, dan sebagainya, telah diatur secara otomatis oleh kamera. Modus ini sangat cocok bila kita menginginkan kendali pada depth of field (DOF).
2. Modus Manual
Modus manual artinya, kamera di bawah kendali kita sepenuhnya. Semua pengaturan, mulai dari diafragma, shutter speed, ISO, white balance, flash, dan lain-lain, dapat kita atur sendiri. Modus ini memang memberikan keleluasaan sepenuhnya kepada kita. Namun demikian, untuk dapat menggunakannya dengan sempurna, kita memerlukan latihan secara terus-menerus.
Mode Fokus
Fokus merupakan titik berkumpulnya cahaya yang berada tepat pada sensor kamera. Sebuah foto dikatakan tidak fokus, apabila titik tadi jatuh di depan atau di belakang sensor kamera. Dengan kata lain, jatuhnya tidak tepat mengenai sensor. Hasilnya berupa foto yang buram, kabur atau tidak tajam.
Fokus adalah hal yang paling utama dalam sebuah proses pemotretan. Foto yang tidak fokus tidak dapat digunakan. Oleh karena itu, setiap foto yang anda ambil haruslah tajam. Kecuali jika anda ingin membuat foto abstrak, di mana hanya anda sendiri yang mengerti maksudnya. Sangat disayangkan apabila objek bagus yang sudah dipotret menggunakan eksposur yang tepat, namun hasilnya malah buram karena tidak fokus.
Terdapat beberapa mode fokus pada kamera DSLR. Mode fokus ini dapat diatur baik secara otomatis maupun secara manual. Berikut ini adalah jenis-jenis mode fokus yang terdapat pada kamera DSLR.
1. Autofokus
Autofokus pada kamera dapat digunakan apabila kita merasa kesulitan dalam menentukan fokus objek. Mode ini dapat membantu kita untuk menemukan fokus secara otomatis, tanpa harus memutar cincin fokus pada lensa. Autofokus cukup mudah digunakan, sehingga sesuai untuk fotografer pemula. Berikut ini merupakan macam-macam metode autofokus yang dapat digunakan.
AF-Single
Cara menentukan fokus menggunakan metode ini yaitu, dengan menekan tombol shutter setengahnya. Ketika kita menekan tombol shutter setengah, maka kamera akan secara otomatis mengunci fokus objek bidikan. Metode ini cocok digunakan untuk memotret objek yang berupa benda diam.
AF-Continuous
Berbeda dengan mode AF-Single yang digunakan untuk memotret benda diam, maka mode AF-Continuousdigunakan untuk memotret objek yang berupa benda bergerak. Cara menggunakannya cukup mudah. Bidiklah sebuah objek bergerak, kemudian tekan tombol shutter setengahnya. Ketika tombol shutter ditekan setengah, maka kamera akan mengikuti gerakan objek tersebut. Selanjutnya, kamera akan memprediksi gerakan objek, kemudian memindahkan titik fokus sesuai dengan prediksi. Ikuti terus gerak objek tadi, sehingga mendapatkan momen yang pas.
AF-All Focus
Metode all focusmerupakan hasil penggabungan dari metode AF-Singledan AF-Continuous. Ketika objek bidikan diam, maka fokus akan menjadi AF-Single. Namun jika kamera kemudian mendeteksi gerakan pada objek, maka secara otomatis kamera akan memprediksi dan mengikuti gerakan objek tersebut. Metode fokus yang seperti ini sangat sesuai untuk memotret objek diam yang kemudian bergerak.
2. Fokus Manual
Metode fokus manual dilakukan dengan cara memutar cincin fokus pada lensa. Metode ini lebih disukai oleh para fotografer profesional, karena dapat membidik objek dengan lebih presisi. Fokus manual juga lebih banyak digunakan untuk memotret benda-benda kecil dengan jarak yang cukup dekat. bila dibandingkan dengan metode autofokus. Dalam menentukan fokus, metode autofokus bekerja dengan cara membedakan kontras warna pada objek. Nah, untuk kondisi objek yang demikian, metode autofokus memiliki kelemahan. Jarak yang terlalu dekat menyebabkan objek memiliki kontras warna yang rendah. , Akibatnya objek sulit dibedakan oleh sensor. Jika demikian kamera akan mengalami kegagalan dalam mendeteksi objek.
