Search

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

 



Malam kian berselimut sunyi, cinta yang hilang kini hadir lagi dihati. tapi aku masih berdiam diri sembari didekap oleh ke tidak percayaan diri, karena masa lalu yang pahit menghantui.

Saat berjalan keluar rumah tiba-tiba ponselku berdering, kuduga itu pasti yang menelepon kawan ku. ternyata perempuan yang ku temui waktu itu. entah semakin dekat dengan ia, diriku mulai menyukainya. 

Diam sesaat, hingga pada akhirnya dering ponselku hingga tak terjawab panggilan itu.

Selang, beberapa menit.
Notif WhatsApp pun masuk, "dimana...? sini temui aku di kedai kopi tempat biasa".
Ku balas pesan itu :
Ku jawab, "iya.. lagi senggang, baik tunggu aku disana".

Sesampainya di kedai kopi, ada yang berbeda malam ini ia terlihat cantik. Kemudian saling bercerita tentang berbagai pengalaman. saat di dekatnya aku sedikit gugup karena melirik wajahnya. dia cantik dan baik, dia buatku Hari ini tak lagi temaram melainkan kutemui terang, bukan lagi kegundahan melainkan berselimut senang. 

aku yakin semua tak akan lepas dari sebab akibat. kenapa perasaan nyaman hadir seiring bertemu, sekali lagi terima kasih hadirnya rasa ini. 

"terima kasih hari ini", ucapnya saat kuantar pulang.
"Iya", jawabku.

Hari berganti. saat ku coba memulai komunikasi duluan lewat WhatsApp, 
"lagi apa dinda, sibuk gak..".
"tiduran, gak juga...".
"dinda, asik dong nyantai...".
"Gak juga" singkatnya balasan pesan dia.
"dinda, jalan yuk...".

........ 
........ Pesan pun tak terjawab ....
........

Ya sudahlah, mungkin dia sedang sibuk.
lebih baik tidur malam ini. tiba pagi hari, mandi kemudian rapih-rapih ingin pergi kerumah temanku. 

Dijalan.. berlawanan tak sengaja melihat dinda jalan dengan cowok entah pergi kemana, spontan hancur hati ku tanpa ada sepatah kata yang ada kesal bercampur emosi.

Beberapa jam sampai di rumah teman, duduk sambil cemas... 
"Kenapa broo", wajah u keknya kusel bener kek kanebo kering, kek ada masalah.
"Dodol", ahhh u broo, lagi jengkel gini bukan di kasih kopi tambah di bikin kesel.
"Selow broo", kopi doang buanyaakkkk...!
"Udah diem sih", mending ngopi..!!
"Ok brooo", gw bikin dulu.

Sambil nunggu temen buat kopi, Brasa penasaran apa coba di chat aja yah, 
"Dinda, lagi apa..."

..........
.......... Di read doang ........
..........

"Ucap ku spontan",Ah... Kamvreett.., sedikit mulai gelisah...!!
"Brooo, ada apa sih..!! Kopi udah jadi masih jengkel aja.
"Coba liat hp u broo" sambil merebut hp..!!
"Bhuahahahaha... Menunggu kepastian cewek brooo..."
"Siall", sambil kesel minum kopi.

Asik-asiknya ngobrol sama kawan tiba-tiba WhatsApp masuk.
Pesan: 
Maaf.. baru bales. Td lagi di jalan mau kerumah saudara.

"Iya dinda" dikirain cowoknya..!!
"Bukan, Hehehe..." Jawabnya.
"Boleh, gak main kerumah mu malam ini."
"Ya boleh, setelah pulang dari tempat sodara..., emoticon ternyum".
"Oke, emoticon ternyum".
"Btw.. Dinda boleh gak aku nanya sesuatu.?".
"Hemzz.. boleh, nanya apa !".
"Ou iya, Dinda.. sebenernya aku nyaman sama kamu".

Tiba-tiba percakapan berhenti.
.......
"........... di read doang....."
........
Setelah beberapa menit..
Notif WhatsApp
"Aku juga sama nyaman sama kamu"

Hati mulai membaik. Sampai tibalah jadi kekasih.

"Perasaan sayang tanpa pendewasaan"
"Kurang begitu baik"

"Kadang Apa yang kita lihat belum tentu benar sama dengan apa yang kita pikirkan"

"Begitupun sebaliknya apa yang kita pikirkan belum tentu benar sama dengan kita lihat"

"Sejatinya kebenaran hanya milik yang Tuhan maha esa"
"Ialah yang membolak-balik hati setiap insan".

"Saat berdamai dengan diri sendiri".